<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>BAMBANG ARIS'S BLOG</title>
	<atom:link href="http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris</link>
	<description>Putus2 aja terus</description>
	<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 03:45:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Saya Bukan Putra Bengkulu</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2010/01/01/saya-bukan-putra-bengkulu/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2010/01/01/saya-bukan-putra-bengkulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 03:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Numpang lahir di Lampung Selatan, asli orang jawa (PUJAKUSUMA= Putra Jawa Kelahiran Sumatera), Tahun 1989 baru masuk Bengkulu, saat itu saya duduk di kelas dua SMP sampai tamat SMA dan melanjutkan kuliah di jakarta. akhir tahun 1996 Saya kembali ke Bengkulu.
Apa yang Saya katakan kepada Teman2 kuliah dulu adalah saya ingin mengabdi di kota Bengkulu&#8230;karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang lahir di Lampung Selatan, asli orang jawa (PUJAKUSUMA= Putra Jawa Kelahiran Sumatera), Tahun 1989 baru masuk Bengkulu, saat itu saya duduk di kelas dua SMP sampai tamat SMA dan melanjutkan kuliah di jakarta. akhir tahun 1996 Saya kembali ke Bengkulu.</p>
<p>Apa yang Saya katakan kepada Teman2 kuliah dulu adalah saya ingin mengabdi di kota Bengkulu&#8230;karena Bengkulu kota yang Aman, damai, kalau sekedar makan seandainya nggak ada uang bisa&#8230;karena orang bengkulu baik semua dan salah satu alasan yang lain orang tua saya tinggal di Bengkulu.</p>
<p>Awal kembali saya ke Bengkulu bersama teman saya membuka warnet di simpang GOR.</p>
<p>Judul di atas mengisyaratkan saya bahwa memang saya bukan orang bengkulu tetapi saya bangga menjadi orang bengkulu, inti dari judul di atas saya ingin berterima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang telah memajukan Bengkulu melalui jalur/jalan Kami, sudah banyak teman2 seperjuangan di bengkulu yang sedikit banyak ikut memajukan bengkulu.</p>
<p>Terima kasih ini saya ucapakn buat</p>
<p>1. Junaidi CPC : sudah banyak pekerjaan yang kita kerjakan bersama&#8230;.mulai dari hal kecil sampai hal yang besar&#8230;.banyak ilmu yang kita timba dari pengalaman di lapangan</p>
<p>2. ALvicom : Terima kasih telah memberi banyak sumbangsih kepada Bengkulu</p>
<p>3. Afrinal : memajukan Lebong dengan internet murah meriah&#8230;.makasih juga&#8230;kita ini juga termasuk pahlawan tanpa tanda jasa..kalo guru sekarang jasanya sudah di bayar dengan sertifikasi guru yang melebihi penghasilan kita&#8230;pekerjaan kita terkadang tidak sesuai dengan honor yang kita terima&#8230;karena kita berprinsip selama itu menyangkut masyarakat banyak kita kerja bakti&#8230;.terima kasih kawan</p>
<p>4. Edi (dare evolutin): makasih ya&#8230;kita anggap pekerjaan kita besar karena kita baru menekuni&#8230;tapi di mata oran terkadang dianggap hal yang sepele&#8230;</p>
<p>4. Sakinah : Jatuh bangun sudah biasa..tetapi engkau tetap egar menghadapinya</p>
<p>5. Endhi, Aan, Putra, Boy: thank banyak2 deh&#8230;tampa kalian aku bukan siapa2.</p>
<p>6. Biru (Ucok) : sudah banyak sumbangsih anda buat bengkulu&#8230;terima kasih banyak..</p>
<p>7. BMI : Multi pekerjaan tetap harus di jalani&#8230;makasih ya</p>
<p>8. Wira (totok): makasih juga&#8230;.telah memberi pekerjaan buat kami, terimakasih atas perhatian kepada temen2 seperjuangan..</p>
<p>9. Jemeno : Sudah berapa banyak Jembatan yang di bangun&#8230;mungkin engkaupun tak tau</p>
<p>10. Teguh: Makasih pembelajarannya&#8230;merauk untung dari uang bule&#8230;:)</p>
<p>11. Wah masih banyak lagi yang kudhu di sebutin Jambik, Riduan,  Abdan, para teknisi komputer, dosen2 di UNIB (berapa banyak yang sudah lulus&#8230;, berapa banyak pula mahasiswa yang ingat sama kita???), Unicev (makasih pak sigit&#8230;majukan terus kampus tercinta kita), UMB, IAIN dan masih banyak lagi&#8230;Saya berterima kasih&#8230;&#8230;..</p>
<p>Bukan karena saya ingin mencalonkan jadi Gubernur atawa Bupati&#8230;.</p>
<p>Hal ini berulang kali terbesit dalam pikiran saya untuk mengucapkan terimakasih kepada teman2 di Bengkulu&#8230;buat Bos Riau juga terimakasih&#8230; yang telah membangun Bengkulu tampa merusaknya&#8230;..tak ada generasi yang kita rusak, tak ada hutan yang kita tebang, tak ada jalan yang kita lubangi, jadi pekerjaan kita adalah pekerjaan yang mulia&#8230;..Lanjutkan saja apa yang kita jalani..buat selalu inovasi baru untuk Bengkulu, buatlah Bengkulu menjadi lebih berarti dan lebih maju&#8230;kita mempunyai cara untuk membuat bengkulu maju&#8230;dengan cara kita tentunya&#8230;..dan kita bukan putra bengkulu&#8230;tapi kita bangga menjadi orang bengkulu&#8230;kita besarkan anak2 kita di Bengkulu dan kita didik menjadi orang berarti&#8230;</p>
<p>itu saja yang ingin saya tulis, sedikit terbebas pikiran untuk berterimakasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2010/01/01/saya-bukan-putra-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TELKOMFLASH dari TELKOMSEL</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/08/28/telkomflash-dari-telkomsel/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/08/28/telkomflash-dari-telkomsel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 10:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Do IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang belum memiliki telepon rumah dan ingin berinternet ria dimana aja, dapat berlanggan internet melalui TELKOMSEL, paketnya di beri nama telkomflash. produk termurah adalah paket telkomflash unlimited Rp. 125.000 (belum pajak) per bulan, dengan kecepatan 256 Kbps sampai 2 Gb, lewat dari 2 Gb speednya akan turun menjadi 64 Kbps. Walaupun dengan kecepatan 64 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang belum memiliki telepon rumah dan ingin berinternet ria dimana aja, dapat berlanggan internet melalui TELKOMSEL, paketnya di beri nama telkomflash. produk termurah adalah paket telkomflash unlimited Rp. 125.000 (belum pajak) per bulan, dengan kecepatan 256 Kbps sampai 2 Gb, lewat dari 2 Gb speednya akan turun menjadi 64 Kbps. Walaupun dengan kecepatan 64 Kbps rasanya udah lebih dari cukup. Untuk mendapatkan paket tersebut silahkan hubungi GRAPARI  di kota anda. Untuk modemnnya harganya bervariasi dari 600 ribuan sampai 1 jutaan.</p>
<p>untuk settingnya yang penting adalah pada AVN nya menggunakan &#8220;internet&#8221; bukan flash atau yang lainnya. untuk usernya gunakan web dan password wep123.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/08/28/telkomflash-dari-telkomsel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Tarif PDAM</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/27/kenaikan-tarif-pdam/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/27/kenaikan-tarif-pdam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 05:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Boleh tertawa boleh senyum!!!
Membaca surat kabar Rakyat Bengkulu tentang Rencana Kenaikan Tarif PDAM 2009-2013 tanggal 27 Mei 2009 pada bagian KEUNGGULAN MENGGUNAKAN AIR PDAM:
1. Harga Air relatif termurah&#8230;.harga dasar pembelian air PDAM saat ini RP. 1,1/Liter bandingan dengan air mineral kemasan RP. 2.000/liter (atau Rp.500/gelas isi 240ml).
2. Sistem Pengantaran yang paling Praktis dengan memutar keran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh tertawa boleh senyum!!!</p>
<p>Membaca surat kabar Rakyat Bengkulu tentang Rencana Kenaikan Tarif PDAM 2009-2013 tanggal 27 Mei 2009 pada bagian KEUNGGULAN MENGGUNAKAN AIR PDAM:</p>
<p>1. Harga Air relatif termurah&#8230;.harga dasar pembelian air PDAM saat ini RP. 1,1/Liter bandingan dengan air mineral kemasan RP. 2.000/liter (atau Rp.500/gelas isi 240ml).</p>
<p>2. Sistem Pengantaran yang paling Praktis dengan memutar keran air di rumah, air langsung diterima, tanpa perlu ongkos transport untuk membeli air seperti membeli air kemasan ke pasar/toko, biaya antar kemasan air galon kemasan, biaya transport ke tempat depot air isi ulang dan biaya BBM pesanan mobil truk tangki.</p>
<p>3. Lebih Aman Dari Air Tanah. air produksi PDAM tidak mengandung unsur zat besi (Fe) dan bakteri colie yang banyak pada di jumpai pada air tanah yang bersumber dari sumur, karena sumber air PDAM berasal dari hulu sungai dan dilakukan proses penjernihan dengan kimia dan disinfektan.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>coba telusuri dengan mbah GOOGLE kamu akan menemukan :</p>
<h3 class="r"><a class="l" href="http://ressay.wordpress.com/2008/04/14/3979-air-pdam-tak-layak-konsumsi/">39,79% <em>Air PDAM</em> tak layak konsumsi </a></h3>
<h3 class="r"><a class="l" href="http://www.radarsemarang.com/daerah/salatiga/4208-kualitas-air-pdam-dikeluhkan-warga.html"><em>Kualitas Air PDAM</em> Dikeluhkan Warga</a></h3>
<h3 class="r"><a class="l" href="http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Sambas&amp;id=142455"><em>Kualitas Air PDAM</em> Masih Buruk - Pontianak Post Online</a></h3>
<h3 class="r"><a class="l" href="http://harianjoglosemar.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=40327">Belum Waktunya Tarif Naik “<em>Kualitas Air PDAM</em> Belum Layak Konsumsi <strong>&#8230;</strong></a></h3>
<h3 class="r"><a class="l" href="http://www.news.roll.co.id/news/30755-____warga-di-pangkalpinang-keluhkan-kualitas-air-pdam____.html">WARGA DI PANGKALPINANG KELUHKAN <em>KUALITAS AIR PDAM</em></a></h3>
<p><em>tanggapan:</em></p>
<p><em>Tanya pada masyarakat kota Bengkulu, apakah mereka mengkomsusi air PDAM  dan gunakan untuk air minum, memasak?</em></p>
<p><em>Kalau boleh saya jawab sekarang jawabannya tidak. Pertama masih mengandung zat besi, emangnya pipa yang digunakan tidak terbuat dari besi, terus kalau buat mandi gatal cing!, kadang-kadang airnya bersih kadang-kadang&#8230;.., kebanyakan orang air PDAM digunakan untuk mencuci bukan untuk dikomsumsi untuk minum dan masak.</em></p>
<p><em>Kalau dibandingan dengan air kemasan seperti point pertama tadi, bukan saya saja yang tertawa, orang se-Bengkulu atau se-Indonesia bisa tertawa.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/27/kenaikan-tarif-pdam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/18/facebook/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/18/facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[ternyata dengan menjadi anggota facebook kita dapat bertemu dengan temen-temen lama. sedikit banyak ada manfaat dari facebook ini.
mulanya saya kesulitan mencari temen sekolah dulu, kawan kampus, maupun kawan satu kos. udah tak cari menggunakan suhu google enggak dapet-dapet terus salah satu temen menrekomendasikan menggunakan facebook. dengan mendapatkan satu temen rupanya nge link ke temen-temen lainnya.
ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ternyata dengan menjadi anggota facebook kita dapat bertemu dengan temen-temen lama. sedikit banyak ada manfaat dari facebook ini.</p>
<p>mulanya saya kesulitan mencari temen sekolah dulu, kawan kampus, maupun kawan satu kos. udah tak cari menggunakan suhu google enggak dapet-dapet terus salah satu temen menrekomendasikan menggunakan facebook. dengan mendapatkan satu temen rupanya nge link ke temen-temen lainnya.</p>
<p>ada hal-hal positif yang yang di dapat di sini. coba aja bergabung di facebook.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/05/18/facebook/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>bola item &amp; bola putih</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/28/107/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/28/107/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 02:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/28/107/</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja.
Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya,&#8221;Tuan, nggak kasian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja.</p>
<p>Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya,&#8221;Tuan, nggak kasian sama den Bagus ? Masa sepeda nggak punya&#8230; apa tuan juga nggak malu?&#8221; Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan.. maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa&#8230;</p>
<p>Si anak cuma bilang, &#8220;Nggak usah repot2 pi, aku dibeliin bola item &amp; bola putih aja..&#8221; Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. &#8220;Kenapa bola item dan putih?&#8221; &#8220;Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja.&#8221; Yah, mengingat mereka ngga k pernah ngobrol jadi papinya nerima2 aja.</p>
<p>Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus bola item dan bola putih. Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim.</p>
<p>Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi. &#8220;Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? kok nggak bilang2 papi. Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja&#8230;&#8221;. Si anak bilang,&#8221; nggak pi, bola item dan bola putih saya udah rusak.. dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah bola kan pi?&#8221;</p>
<p>Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah ? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus bola item dan bola putih. Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang. Sekarang temen2nya musim rollerblade. Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya.</p>
<p>Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus&#8230;eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan note: &#8220;Biar kamu nggak malu&#8221;. Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: &#8220;Pi, kok nggak beliin bola item dan bola putih? Aku lebih suka itu.&#8221;</p>
<p>Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih istimewanya bola item dan bola putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren? Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu&#8230;hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya bola item dan bola putih untuk kesekian kalinya. Bener, setelah dapet tu bola, si anak nggak ngerongrong bokapnya lagi.</p>
<p>Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih berbis ria,temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin. Papi malu banget. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil? Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis, lagian pengen bola item bola putih aja.</p>
<p>Si bapak nggak terima penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding. Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus bola item dan bola putih tentunya. Dan si bapak kesel juga donk.Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem bola itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih.</p>
<p>Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja. Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil? Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin bola item bola putih. Nggak ngerti anak sendiri sih! So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om nggak beliin bola item bola putih.</p>
<p>Si papi sebenernya sensitif sama para bola itu..huh..sampe pacar anaknya nyuruh2..ditanya dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih bola itu juga. Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak bola item bola putih. Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka besoknya udah ada bola item bola putih buat anaknya.</p>
<p>Suatu hari anaknya gaul ke puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah, namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi grogi dan kecelakaan!!! Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya. Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang cewek mati seketika dan ni cowok udah sekarat.</p>
<p>Si papi dateng ke RS..&#8221;gimana dok, anak saya?&#8221; Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita) :&#8221;Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak.. sepertinya memang sudah waktunya&#8230; sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir..&#8221; Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. &#8220;Pap, maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya..&#8221; si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong.</p>
<p>Si papi nenangin dia&#8230;akrablah dua manusia itu beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta bola item bola putih. &#8220;Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik.&#8221;</p>
<p>Anaknya jawab,&#8221;nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2&#8230;.saya cuma minta bola item dan bola putih aja kan?&#8221; Si papi rasa timing-nya tepat nih, &#8220;KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA BOLA ITEM BOLA PUTIH&#8230; ADA APA DENGAN BOLA2 ITU?&#8221; Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, abis udah sekarat dan masanya udah hampir sampe&#8230; &#8220;sebab pi&#8230;saya&#8230;&#8221; *hep*</p>
<p>Kepalanya rebah dan nafasnya ilang. Si anak udah meninggal sebelum kasih tau papinya. Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya nggak tau&#8230;apalagi saya yang cuma bercerita? GIMANA? Kesel ngak sih? Tabokin aja yang pertama kali cerita, tapi maapin yang &#8220;forward&#8221; in karena saya juga korban en, nggak enak jadi korban sendirian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/28/107/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Makanya, Wakil ya Wakil, Jangan Jadi Kerikil</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/23/makanya-wakil-ya-wakil-jangan-jadi-kerikil/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/23/makanya-wakil-ya-wakil-jangan-jadi-kerikil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 03:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[
Tulisan seorang sahabat  Toga Naingolan
Sekali-sekali, bicara politik ah…
Ternyata tren perceraian tak hanya melanda kalangan artis, tetapi juga politisi. Bisa jadi itu ada hubungannya dengan maraknya kaum selebritis yang tampan dan jelita itu masuk dunia politik.

Kemesraan yang hanya sandiwara. Ternyata.

Kalau para artis dengan mimik genit akan mengatakan “sudah tak ada kecocokan” sebagai musababnya, para politisi itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="text-align: left">Tulisan seorang sahabat  <a href="http://nesia.wordpress.com/2009/04/22/makanya-wakil-ya-wakil-jangan-jadi-kerikil/#more-586" target="_blank">Toga Naingolan</a></p>
<p style="text-align: right"><em>Sekali-sekali, bicara politik ah…</em></p>
<p style="text-align: left"><strong>Ternyata tren perceraian tak hanya melanda kalangan artis, tetapi juga politisi. Bisa jadi itu ada hubungannya dengan maraknya kaum selebritis yang tampan dan jelita itu masuk dunia politik.</strong></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 244px"><img class="alignleft" src="http://radarpemilu.files.wordpress.com/2009/02/sby-jk-berbisik-ke-mulut.jpg?w=234&amp;h=281" alt="Kalau kata Pance Pondaag, kemesraan antara kita hanya keterpaksaan saja." width="140" height="169" /></p>
<p class="wp-caption-text">Kemesraan yang hanya sandiwara. Ternyata.</p>
</div>
<p>Kalau para artis dengan mimik genit akan mengatakan “sudah tak ada kecocokan” sebagai musababnya, para politisi itu juga mengatakan hal yang sama, hanya saja dengan ekspresi penuh wibawa.</p>
<p>Apakah ini sebuah bukti lagi, bahwa dunia politik dan <em>entertainment</em> itu memang sama belaka, hanya panggung sandiwara? Minggu lalu tampak mesra, saling cipika cipiki, sanjung menyanjung, tiba-tiba kemarin mengajukan gugatan cerai. Eh, besok malah lebih mesra lagi, dan dengan santai mengatakan yang kemarin itu, “cuma salah paham aja”.</p>
<p>Apalagi kalau melihat kenyataan posisi warga dalam dua dunia ini juga sebenarnya sama: cuma penonton. Jadi, mereka mau cerai, kawin siri, selingkuh, mesra saat jalan-jalan ke Eropa, tidur saat rapat, ya tak boleh protes. Tonton saja. Tak suka, ganti chanel.</p>
<p>Ini mungkin penjelasan paling logis, mengapa dalam pemilu yang baru lalu, perolehan suara caleg artis mengungguli saingannya dari kalangan politisi. “Toh sama-sama sandiwara juga. Ya mendinglah sandiwara itu kami lihat di wajah yang segar dan menggemaskan, daripada di muka yang kusut dan menjemukan,” begitu barangkali jalan pikiran mereka. Dan saya setuju itu. <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
<p style="text-align: center">*****</p>
<p>Adalah Partai Golkar (PG) yang kemarin mengajukan “gugatan” cerai itu, kepada pasangannya Partai Demokrat (PD). PG merasa “tak lagi dibutuhkan” oleh PD yang sedang di atas angin, karena memenangi pemilu.</p>
<p>Pernyataan SBY, Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina PD, tentang kriteria cawapres yang diinginkannya, dianggap Golkar sebagai cara halus untuk menyingkirkan Jusuf Kalla, ketua umum mereka. Di mata Golkar, “Big Boss” PD itu seperti terlalu PD.</p>
<p>“Jangan remehkan kami. Demokrat jangan anggap enteng kepiawaian orang-orang Golkar,” kata Poempida Hidayatullah, pengurus DPP Golkar. Orang-orang PD memang tampak makin PD, dengan hasil <em>quick count </em>dan klasemen sementara versi KPU.</p>
<p>SBY juga jadi lebih sering bicara di media, berlama-lama pula. Namun kalau meremehkan Golkar, tampaknya tidak juga. SBY hanya merasa tidak nyaman lagi kalau harus didampingi oleh JK, wakilnya selama hampir lima tahun ini.</p>
<p>Cawapres dari PG, dalam hitung-hitungan politik SBY tentu saja prioritas buatnya, demi terwujudnya pemerintahan yang kuat, sebagaimana berkali-kali disampaikannya, Tapi orangnya bukan JK. Bukankah Golkar adalah lumbungnya politisi andal, rumahnya para intelektual? Masa hanya JK saja yang bisa dijual?</p>
<p>Masalahnya di Indonesia tercinta ini, partai seringkali adalah gerbong yang melulu mengikuti lokomotifnya, yakni figur sentralnya. PDIP adalah Megawati, Golkar adalah Jusuf Kalla, Demokrat adalah SBY, Gerindra adalah Prabowo, dst. Maka bila SBY menolak Kalla, sama saja dengan Demokrat menyingkirkan Golkar. (Lucu ya, arah sebuah institusi besar ternyata sangat tergantung kepada kepentingan satu orang. Bukan lucu sebenarnya, tapi menyedihkan).</p>
<p>Lantas mengapa SBY sepertinya tak lagi merasa nyaman dengan JK di sampingnya? Bukankah selama ini, mereka seperti baik-baik saja? Kelihatannya memang tidak. Hanya saja, SBY, Jenderal yang sangat njawani itu–kalau dalam bahasa <em>infotaiment</em>–bisa menutup rapat-rapat jeritan batinnya selama ini.</p>
<p>Apakah JK sejahat itu? Sebenarnya ngga juga. JK malah termasuk orang baik, cepat, rajin, cerdas, kaya tapi selalu tampil dengan bersahaja, tidak sok wibawa, dekat dengan berbagai kalangan. Pokoknya bisa capek kita bila harus memujinya. Satu saja masalahnya barangkali buat SBY, JK bukan wakil yang baik. Dia melakukan <em>terlalu banyak hal</em> sebagai Wapres, dan itu sangat mengganggu SBY.</p>
<p>Matahari kembar, atau dualisme kepemimpinan memang sangat menggejala belakangan ini di dunia pemerintahan. Tidak saja di tingkat nasional, tetapi juga propinsi dan kabupaten/kota. Setiap saat kita mendengar berita tentang sinyalemen keretakan Walikota dengan Wakilnya, isu ketidakharmonisan Gubernur dengan Wakilnya, dan tentu saja soal Matahari Kembar di Istana.</p>
<p>Koalisi yang dibentuk secara dadakan dan seringkali hanya berdasar pada kepentingan jangka pendek, bukan atas kesamaan visi tentang arah perjalanan bangsa, sepertinya memang menjadi musabab utama. Namun sebenarnya, hal itu bisa dicegah, andai setiap orang mengerti akan posisinya.</p>
<p>Pasal 4 UUD 1945 secara tegas menyebutkan (1) <strong>Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD</strong>, dan (2) <strong>Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden</strong>. Jelas sekali, seorang Wapres adalah <em>pembantu</em> Presiden, sama seperti menteri-menteri dalam kabinet.</p>
<p>Ini juga berlaku dalam setiap tingkat pemerintahan, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Jika kemudian sang wakil menjadi bos yang lain, <em>another chief</em>, bahkan mempunyai blok tersendiri pula dalam jajaran kabinet, yang berada dalam bahaya bukan saja Presiden, tetapi nasib bangsa secara keseluruhan.</p>
<p>Oleh karena itu, istilah pembagian wewenang, misalnya Presiden mengurusi politik dan keamanan, kemudian wapres di bidang sosial dan ekonomi, sebenarnya adalah pengkhianatan terhadap UUD 1945.</p>
<p>Amanah UUD 1945 ini juga adalah hal yang berlaku di banyak negara demokrasi yang besar. Dalam konstitusi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat–yang sering dianggap sebagai rujukan praktek ketatanegaraan–wakil presiden dijelaskan sebagai <em>a person whose primary responsibility is to replace the president on the event of his or her death, resignation or incapacity</em>. Artinya, dia memang disiapkan lebih sebagai “pemimpin cadangan”, siapa tahu terjadi sesuatu buruk, sehingga presiden tak bisa menyelesaikan tugas.</p>
<p>Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah punya bahasa yang lebih lugas soal ini. “Kalau kami ingin wakilnya SBY nanti tak lebih dari ban serep. Kalau diperintah jalan kalau tidak ya membantu tugas presiden. Tidak seperti sekarang ini, mengumpulkan menteri sendiri, membuat acara sendiri. Ini tidak sesuai dengan penguatan sistem presidensiil,” katanya 16 April lalu di Jakarta.</p>
<p>Oleh karena amanah konstitusi itu pula, selama masa pemerintahan Bill Clinton sebagai Presiden AS, kita nyaris tak pernah mendengar berita tentang Dan Quayle, wapresnya pada periode pertama, dan Al Gore pada periode berikutnya. Bahkan kita pun tak pernah tahu apa kerja Dick Cheney, Wakil George Bush selama dua periode! Semua orang, termasuk anak TK mungkin tahu Obama adalah Presiden AS. Tapi siapa coba wakilnya? Yang pasti bukan Osama.</p>
<p>Merekalah, Quayle, Gore, dan Cheney, wakil-wakil yang baik itu, yang sanggup menahan diri untuk tidak melampaui presiden yang harus dibantunya, yang ikhlas bekerja keras walau karena itu justru bos-nya yang punya nama, yang siap ikut menanggung malu, walau penyebabnya adalah ketoloan atasannya semata.</p>
<p>Tentu saja, selaku manusia independen, mereka tak selalu setuju dengan langkah yang diambil presiden. Namun yang bisa dan akan mereka lakukan hanya memberi pendapat kepada Presiden dalam sebuah pertemuan tertutup. Dan jika memang Presiden bersikeras, pilihannya hanya dua; mendukung penuh kebijakan presiden itu dengan semua konsekuensinya, atau mengundurkan diri!</p>
<p>Dan itulah yang dilakukan dengan sangat anggun oleh Bung Hatta, saat tak lagi bisa menahankan panasnya ambisi Bung Karno yang terus saja membawa. Ia memilih menyingkir, tapi toh hingga hari ini, beliau tetap punya tempat tersendiri dalam catatan sejarah perjalanan bangsa.</p>
<p>Wakil sejati memang mereka yang setia berada di belakang tanpa takut terlihat kerdil. Bukan malah jadi pengganggu seperti kerikil. Sabarlah sedikit, karena setiap orang punya gilirannya sendiri untuk tampil di puncak sejarah.</p>
<p>Jika Anda terlalu bergegas, bisa-bisa malah tergilas. Ya memang demikianlah takdir kerikil.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/23/makanya-wakil-ya-wakil-jangan-jadi-kerikil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mantan Pecandu</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/22/mantan-pecandu/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/22/mantan-pecandu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 04:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam datang orang yang dulu ikut membangun rumah saya panggil saja namanya encik. Dia minta tolong kepada saya suntikkan lagu ke dalam hpnya karena memory HP terformat tampa sengaja. setelah selesai saya isi kembali memory hpnya ngobrol lah kami ngalor ngidul tentang pekerjaanya sekarang.
eh, tanpa sengaja dan saya terkejut dari ceritanya rupanya dia seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam datang orang yang dulu ikut membangun rumah saya panggil saja namanya encik. Dia minta tolong kepada saya suntikkan lagu ke dalam hpnya karena memory HP terformat tampa sengaja. setelah selesai saya isi kembali memory hpnya ngobrol lah kami ngalor ngidul tentang pekerjaanya sekarang.</p>
<p>eh, tanpa sengaja dan saya terkejut dari ceritanya rupanya dia seorang mantan narkoba (ganja), waduh&#8230;&#8230;?!</p>
<p>&#8220;Gimana caranya encik nggak kecanduan?&#8221; tanyaku menyelidik.</p>
<p>&#8220;Itulah hebatnya omku, di bawanya aku berkebun di tengah hutan.&#8221; encik memulai ceritanya. di kasihnya aku sabit atau parang untuk membersihkan rumput, pokoknya aku kerja serabutan pokoknya ngimana caranya sabit itu rusak. sudah aku rusak sabit itu omku ganti lagi dengan yang baru. aku rusak lagi digantinya lagi. sampai berbulan-bulan aku tinggal di kebun, akhirnya bisa juga hilang kecanduanku itu.</p>
<p>Orang nggak percaya kalau aku sudah nggak nganja lagi. Tapi orang (tetangga) akhirnya bisa menerima aku lagi bergaul. Untunglah aku punya om yang sabar menyadarkan aku dengan caranya membawa aku ke hutan yang jauh terus disuruh berkebun. Memang sepertinya bagus kalo ada orang yang kecanduan di buat seperti aku.</p>
<p>Wah, ide baru ini: Jadi Bagi orang tua atau pihak yang berhubungan dengan masalah menanggani anak/orang yang kecanduan. tiru cara yang dilakukan oleh Omnya Encik ini. Bawa anak yang kecanduan ini ke hutan yang jauh dari kota dan suruh dia beraktifitas.  Jangan Lupa nasehat nya buat dia jangan pake narkoba lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/22/mantan-pecandu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anti Virus</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/anti-virus/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/anti-virus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 02:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Do IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Anti Virus yang terbaik saat ini menurut saya adalah Symantec Antivirus Corporate Edition (full Version 8.00.9374) (kita singkat NAV) . anti virus ini sudah lama saya pake sejak tahun 2003.

Sampai saat ini sudah saya coba beberapa anti virus yang lain, diantaranya:
1. AVG versi 7 mamupun 8, sampai saat terakhir di update memiliki kelebihan untuk mendeteksi/menghapus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anti Virus yang terbaik saat ini menurut saya adalah <em>Symantec Antivirus Corporate Edition (full Version 8.00.9374) (kita singkat NAV) </em>. anti virus ini sudah lama saya pake sejak tahun 2003.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-92" src="http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/files/2009/04/untitled-300x243.jpg" alt="untitled" width="300" height="243" /></p>
<p>Sampai saat ini sudah saya coba beberapa anti virus yang lain, diantaranya:</p>
<p>1. AVG versi 7 mamupun 8, sampai saat terakhir di update memiliki kelebihan untuk mendeteksi/menghapus file-file keygen ataupun keymaker yang mengandung trojan yang tidak dapat dilakukan oleh Symantec Antivirus Corporate Edition, tetapi tidak dapat mendeteksi virus yang berektensi *.scr (virus lokal yang menyerang pada file word dokument.</p>
<p>2. PCMAV ini biasanya saya gunakan jika komputer sudah terkena virus yang masuk kedalam registry windows, karena kerjanya berat dan lama untuk proses loading maka tidak dapat saya gunakan untuk anti virus utama.</p>
<p>3. Kapersky, NOD32  butuh licence dan secara utuh saya belum mencoba secara full.</p>
<p>beberapa antivirus  diatas sudah saya coba install ke dalam komputer saya, akhirnya saya tetap kembali kepada <em>NAV. </em></p>
<p>Kelebihan:</p>
<p>1. Dapat mendeteksi virus yang beredar saat ini (*.scr, silly, dll) termasuk virus yang menyerang pada Handphone. Teman saya yang bekerja di bidang service Handphone, mengatakan bahwa anti virus ini bagus sekali. Virus yang di kirim melalui bluethooth atau media lainnya yang menganggu sistem kerja dari handphone dapat dibersihkan menggunakan anti virus ini.</p>
<p>2. Apabila file tersebut terjangkit virus maka NAV akan mencoba membersihkannya terlebih dahulu jika tikak maka NAV mengkarantina file tersebut.</p>
<p>3. untuk updatenya dapat langung lewat internet atau kita update secara manual. (<a href="http://www.symantec.com/business/security_response/definitions/download/detail.jsp?gid=n95" target="_blank">download update</a>)</p>
<p>Mengapa NAV tidak menghapus file keygen atau keymaker karena memang selama  saya mengunakannya file tersebut tidak berbahaya. NAV akan menghapus jika file tersebut diangkap berbahaya.</p>
<p>Kelemahan:</p>
<p>Jika kita mengupdate NAV secara manual dan ingin mengupdate secara otomatis melalui internet maka NAV akan mengupdate mulai dari awal kembali (kalau sekarang besarnya sekitar 46 Mb), untuk selanjutnya jika mengupdate secara otomatis maka dia akan mengupdate kekurangannya saja<em> (kisaran 1 Mb).</em></p>
<p>Saran:</p>
<p>Update Anti Virus anda secara berkala, karena virus itu berkembang setiap saat, dan Bijak dalam menggunakan Internet ataupun menggunakan Flash Disk. Kenali file document word dalam flashdisk  apakah benar-benar berektensi doc dan juga jika ada file <em>autorun.ini</em> (hidden) pada flashdisk yang tidak dapat dihapus oleh Antivirus hapuslah secara manual.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/anti-virus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Do IT</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/do-it/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/do-it/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Do IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Do IT artinya melakukan atau mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan dunia Teknologi Informasi, bahan-bahan dasar untuk TI sudah banyak beredar di Internet.
Untuk itu untuk katagori Do IT akan saya isi dengan tulisan-tulisan saya sendiri yang berisi tentang hal-hal yang lebih khusus berhubungan dengan Universitas kita tercinta. Bisa berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Do IT artinya melakukan atau mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan dunia Teknologi Informasi, bahan-bahan dasar untuk TI sudah banyak beredar di Internet.</p>
<p>Untuk itu untuk katagori Do IT akan saya isi dengan tulisan-tulisan saya sendiri yang berisi tentang hal-hal yang lebih khusus berhubungan dengan Universitas kita tercinta. Bisa berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun. Ada juga akan di bahas software-software yang wajib buat kompi kita biar kompi berjalan lancar.</p>
<p>Jika temen-teman ada saran untuk membahas suatu topik mengenai IT ini silahkan comment disini.</p>
<p>Salam sukses buat kita semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/do-it/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Renungan dalam Pendekatan Pendidikan</title>
		<link>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/sebuah-renungan-dalam-pendekatan-pendidikan-2/</link>
		<comments>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/sebuah-renungan-dalam-pendekatan-pendidikan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambang_aris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Bila anak hidup disalahkan, dia akan belajar mencemoohkan
Bila ia hidup dalam permusuhan, dia akan belajar berkelahi.
Bila ia hidup dalam hinaan, dia akan menjadi penakut
Bila ia hidup selalu dipermalukan, dia akan selalu merasa bersalah
Bila ia hidup toleransi, dia akan belajar sabar
Bila ia hidup dalam dorongan, dia akan belajar percaya diri
Bila ia hidup dalam penghargaan, dia akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila anak hidup disalahkan, dia akan belajar mencemoohkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam permusuhan, dia akan belajar berkelahi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam hinaan, dia akan menjadi penakut</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup selalu dipermalukan, dia akan selalu merasa bersalah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup toleransi, dia akan belajar sabar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam dorongan, dia akan belajar percaya diri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam penghargaan, dia akan belajar menghargai dan bersyukur</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam keadilan, dia akan belajar adil</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam rasa aman, dia akan memiliki kepercayaan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup dalam restu, dia akan belajar menyukai dirinya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila ia hidup diterima dan dalam kesetiaan, dia akan menemukan kasih sayang di dunia ini </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">(Dorothy Law Notle)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unib.ac.id/blog/bambang_aris/2009/04/20/sebuah-renungan-dalam-pendekatan-pendidikan-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

 