Mengantar Universitas Bengkulu Menjadi Universitas yang Berprestasi dan Berprestise Dunia
Berikut saya sajikan rencana kerja rektor UNIB terpilih periode 2009-2013. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Tujuan mempublikasikan artikel adalah: 1) agar semua sivitas akademika dan karyawan UNIB memahami kemana UNIB akan dibawa; 2) sebagai pengingat bagi rektor terpilih ketika melaksanakan tugas.
Oleh:
Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc., Ph.D.
BAGIAN I
PENDAHULUAN
Universitas Bengkulu (UNIB) memiliki Visi yang ingin dicapai oleh seluruh sivitas akademika yaitu akan menjadi perguruan tinggi yang berada di barisan terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mendukung pembangunan berkelanjutan yang beretika dan bermoral dalam suatu sistem akademik yang demokratis dan didukung oleh fasilitas yang efisien, efektif, dan terpadu serta membedkan pelayanan yang memuaskan. Untuk mewujudkan visi tersebut, Misi UNIB adalah (a) melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mencerdaskan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, (b) meningkatkan suasana akademik yang lebih beretika, bermoral dan demokratis, (c) meningkatkan dan mengembangkan program‑program akademik unggulan, kemitraan dengan dunia usaha, pemerintah dan masyarakat, (d) meningkatkan kompetensi lulusan UNIB melalui program‑program akademik yang strategis, efektif, komprehensif dan relevan, dan (e) meningkatkan kualitas sivitas akademika UNIB.
Berpedoman erat pada visi dan misi serta Rencana Strategis 2006‑2016, berbagai program dan kegiatan telah dicapai oleh pimpinan dan sivitas akademika serta karyawan UNIB periode 2005‑2009. Secara nasional, pada tahun 2007 UNIB masuk dalam 50 Indonesian Promising University. Penilaian ini mengukuhkan kinerja yang baik diantara 2799 universitas yang dievaluasi. Kinerja yang berhasil dicapai pada periode tersebut meliputi meningkatnya akses dan komitmen masyarakat, kualitas program, kualitas penelitian dan
publikasi, kualitas pengabdian pada masyarakat, soft skill dan life skill mahasiswa, sistem informasi manajemen, otonomi pengelolaan sumber daya manusia, otonomi pengelolaan keuangan dan aset, serta citra publik (brand image).
Bila dibanding dengan keadaan tahun 2005, maka pada tahun 2008 jumlah fakultas telah bertambah satu fakultas, yakni fakultas Teknik (2007), sehingga secara keseluruhan menjadi 7 (tujuh) falkultas. Sementara itu, selama periode 2005 akhir sampai 2008 akhir, jumlah program Sarjana baru juga bertambah yaitu program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (2006), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (2007). Tambahan program Diploma adalah Diploma Sektretaris (2008). Sedangkan program Pascasarjana yang bertambah adalah Magister Perencanaan Pernbangunan (2006), Magister Ilmu Hukum (2007) Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (2007), Magister Pengelolaan Sumberclaya Alam dan Lingkungan (2007). Dengan demikian jumlah program studi yang ditawarkan pada akhir tahun 2008 menjadi 49 program studi SO, S1, dan S2. Pada tahun 2008 telah menambah satu jurusan lagi, yakni Jurusan Komunikasi.
Usaha‑usaha membangun kerjasama dengan berbagai institusi pemerintah maupun swasta di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional telah dilakukan. Dalam tiga tahun terakhir telah ditandatangani 13 MoU tingkat lokal, 9 MoU tingkat nasional, serta 6 MoU tingkat internasional. Dari jumlah tersebut termasuk 4 MoU dengan Universitas Lokal, 5 MoU Universitas Nasional, dan 3 MoU Universitas Internasional. Kesepahaman tersebut meliputi kedasama bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Semua clokumen MoU tersebut telah ditinclaklanjuti dengan berbagai kegiatan. MOU, piagam keda sama dengan semua Pemerintah Kabupaten di Propinsi Bengkulu yang telah ditandatangi UNIB merupakan satu langkah strategis yang diharapkan dapat menjadi jembatan menuju terwujudnya cita‑cita institusi Unib. Sampai saat ini Unib juga berusaha mengembangkan jaringan kerjasama intemasional terutama melalui skema U to U. Hal ini sesuai dengan komitmen Unib untuk membawa Unib ke jenjang pergaulan ilmu yang lebih tinggi melalui internasionalisasi pendidikan.
Dalam kerangka internasionalisasi pendidikan, UNIB harus dapat beradaptasi, mendapat akses untuk masuk dalam pergaulan ilmu internasional, dan mendapatkan manfaat dari kecenderungan tersebut. Upaya menuju internasionalisasi tersebut sudah dirintis sejak tahun 2005 yang lalu. Salah satu implementesinya adalah dalam tahun 2008 Unib menjadi salah satu dari 44 Perguruan Tinggi di Indonesia yang ditunjuk untuk menerima mahasiswa asing belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Sebanyak 10 orang mahasiswa asing diberikan beasiswa oleh Depdiknas untuk belajar di Unib. Untuk kerjasama dengan beberapa universitas internasional, tindak lanjut yang telah dilakukan adalah pengiriman beberapa mahasiswa UNIB untuk mengikuti kuliah di universitas mitra, Rajamangala University Of Technology Srivijaya, Thailand. Dalam waktu dekat direncanakan akan ada beberapa mahasiswa dari universitas tersebut untuk mengirim mahasiswanya dengan program yang sama. Dalam waktu dekat, kedasama serupa akan dilakukan dengan Murray State University USA dan Maejo University Thailand. Bahkan pada tahun 2009 ini beberapa mahasiswa dari New York University akan sit in di UNIB. Menindaklanjuti kesepahaman ini, dalam waktu dekat UNIB sudah harus memiliki kelas berstandar internasional.
Peningkatan komitmen masyarakat dilakukan dengan melakukan kelas bersama. Dengan Pemerintah Kabupaten Kepahyang kerjasama dilakukan dalam penyelenggaran program pendidikan Guru Sekolah Dasar sejak tahun 2008. Pemerintah Kabupaten Lebong, Kaur, dan Mukomuko juga akan menyelenggarakan program yang serupa pada tahun 2009. Pada tahun 2009, peningkatan komitmen masyarakat juga akan dilakukan melalui pengembangan Pendidikan Dokter secara bersama‑sama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota. Calon mahasiswa yang akan diseleksi akan dikirimkan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota, dan biaya penyelenggaraannya secara penuh oleh masing‑masing Pemerintah Kabupaten dan Kota. Pada saat lulus nanti, para dokter tersebut akan diikat menjadi tenaga tetap pada masing‑masing Pemerintah Kabupaten dan Kota.
UNIB memiliki kelembagaan penjaminan mutu internal yang bernama Badan Penjaminan Mutu (BPM; SK Rektor No.1865/J30/HK/2008) dan sudah memiliki kebijakan (policy) resmi mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). BPM sedang berupaya mengembangkan Sistern Penjaminan Mutu Akadernik di Unib dengan konsisten. Dalarn 3 (tiga) tahun terakhir ini (20062008) fokus utarna BPM adalah pengernbangan penjarninan mutu akadernik. Persiapan dan perencanaan pelaksanaan sistern penjarninan mutu di Unib, diawali dengan melakukan benchmarking pada universitas‑universitas yang telah dahulu menialankan sistem penjarninan mutu, seperti Kantor Jarninan Mutu (KJM) Universitas Gadjah Mada, dan IPB.
Berbagai kegiatan mahasiswa telah dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing, life skill, dan social skill. Beberapa mahasiswa baik secara individu maupun tim telah dikirim untuk berpartisipasi dan berprestasi di beberapa kegiatan di tingkat lokal maupun nasional dad kegiatan ilmiah, seni, maupun olah raga. Sampai dengan tahun 2007 telah diraih sebanyak 12 penghargaan di tingkat nasional yang diterima mahasiswa. Prestasi belajar mahasiswa terus berusaha di tingkatkan untuk dapat memiliki daya saing yang cukup di pasar kerja. lPK lulusan telah meningkat secara gradual dad rata‑rata 3,05 pada tahun 2006 menjadi 3,13 pada tahun 2008. Usaha meningkatkan lPK mahasiswa telah dibarengi dengan usaha peningkatan jurnlah beasiswa khususnya untuk mahasiswa miskin dan berprestasi. Jurnlah mahasiswa penerima beasiswa telah meningkat dad 15,82 persen pada tahun 2005 menjadi 17,59 persen pada tahun 2007.
Jarninan mutu lulusan merupakan prioritas Unib. Untuk mencapai cita‑cita tersebut berbagai upaya terus dilakukan. Data memperlihatkan adanya peningkatan kualitas lulusan dari segi rata‑rata Indeks Prestasi Kurnulatif lulusan. Pada wisuda ke‑33, 24 April 2001 misainya, lulusan S‑1 Unib yang mencapai prestasi cum laude sebanyak 10 orang dari 276 lulusan atau 3,75 persen, dan yang menceipai prestasi sangat mernuaskan sebanyak 149 orang dari 276 lulusan atau 55,81 persen. Sernentara itu, pada wisuda ke‑56, 18 Desernber 2008 yang lalu, jumlah lulusan S‑1 Unib yang mencapai prestasi cum laude adalah 12 orang dari 443 lulusan atau 2,71 persen, dan yang mencapai prestasi sangat mernuaskan adalah 365 orang dari 443 lulusan atau 82,4 persen. Secara kuantitatif data tersebut menunjukkan peningkatan mutu lulusan Unib.
Dengan SDM yang sangat baik di UNIB, kita yakin hasil riset dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan staf dosen Unib akan lebih memiliki relevansi dan kesesuaian dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, dengan kualifikasi SDM yang demikian, Unib akan mampu menjadi salah satu universitas terdepan di tingkat nasional dan universitas yang diperhitungkan di tingkat internasional. Pernyataan ini ticlaklah berlebihan. Sebab, data telah menunjukkan bahwa Unib memang memiliki potensi untuk dapat mewujudkan cita‑cita akademiknya sebagai satu dari barisan perguruan tinggi terdepan. Selain itu, staf dosen Unib telah mampu menunjukkan prestasi dalam riset seperti yang ditunjukkan dalarn jumlah usulan Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Fundamental, Riset Unggulan Kementerian Ristek, dan riset sekelas lainnya. Para peneliti juga terus mendalami riset unggulan universitas, sumber daya alam hutan tropis dan pesisir. Ke depan, UNIB akan unggul dalam penelitian kedua topik tersebut. Jumlah penelitian dengan berbagai sumber dana meningkat dad 126 judul pada tahun 2006 menjadi 155 judul pada tahun 2009 ini. Jumlah HaKI bertambah dad 1 pada tahun 2006 menjadi 2 pada tahun 2008. Jumlah buku ilmiah terbit juga meningkat dad 6 buah pada tahun 2006 menjadi 15 buah pada tahun 2008. Jumlah publikasi di jurnal nasional terakreditasi rata‑rata 72 artikel per tahun selama tiga tahun terakhir. Sementara jumlah publikasi di jurnal internasional rata‑rata 13 artikel.
Sernentara itu, jumlah kegiaten pengabdian pada masyarakat yang dilakukan staf dosen yang didanai dari berbagai sumber dana juga terus meningkat dalam tiga tahun terakhir ini. Kegiatan pengabdian telah diarahkan untuk implementasi hasil‑hasil riset, bekerjasama dengan industri, pernerintah daerah, dan masyarakat secara luas. Persentase publikasi pada tahun 2008 mencapai lebih dari 45 persen.
Salah satu program srategis Unib adalah pengembangain budaya ICT di kalangan dosen, karyawan dan mahasiswa melalui penyediaan akses, sarana dan prasarana, sistern aplikasi dan regulasi yang berkaitan dengan hal ini. Pada tahun 2007 Unib suclah mengembangkan sistem informasi tentang pengelolaan aset (SIMASET), sistern informasi kemahasiswaan dan alumni (SIMAWA), serta sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG).
Seluruh sistern aplikasi ini diharapkan akan diintegrasikan dengan sistern layanan akademik pada tahun 2009. Pengembangan sistern aplikasi yang sudah ada di Unib belum digunakan sepenuhnya, disamping karena belum terintegrasi dengan sistim akademik, saat ini masih dilakukan entry data tentang kepegawaian, asset, sumber pustaka di fakultas‑fakultas dan penataan prosedur layanan standar untuk berbagai layanan yang dilakukan Unib.
Pemanfaatan internet di kalangan civitas akademika dan karyawan setiap tahun mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kecepatan daya akses internet yang dimiliki Unib. Pada akhir tahun 2005, layanan internet masih terbatas melalui wired connections, dengan mengandalkan jaringan lokal berserat dengan kapasitas koneksi 512 Kbps yang disediakan oleh VSAT yang merupakan hasil share dengan 9 Universitas. Hingga tahun 2006 akhir, penyediaan akses internet gratis untuk mahasiswa dilakukan melalui penyediaan akses di UPT Puskom dan UPT P2AP sebanyak 80 titik koneksi yang terbagi di laboratorium. Selain itu juga melalui kegiatan PHK dari masing‑masing jurusan juga mengemban gkan layanan internet bagi mahasiswa. Akses internet mahasiswa masih terbatas di UPT Puskom yang penggunaannya diatur berdasarkan fakultas. Kecepatan akses tersebut dipandang kurang memenuhi penggunaan internet untuk mahasiswa dan dosen di Unib. Untuk itu mulai tahun 2007, Unib mengembangkan kecepatan akses sebesar 2 Mb melalui ASTINET, dan ditingkatkan lagi menjadi 3 Mb pada akhir tahun 2008. Pada akhir tahun 2006 tercatat 300 “nodes”ttitik jaringan dengan lebih dad 500 titik koneksi, dan berkembang menjadi 588 nodes pada akhir tahun 2007. Unib juga sedang mengembangkan fasilitas hotspot sebanyak 255 nodes yang secara efektif telah berfungsi sejak bulan Desember 2008 sudah melingkupi sernua areal kampus dan lantai 1 sernua gedung di kampus Kandang Limun.
Spirit kelembagaan sebagaimama kami sebutkam di atas, mcinjadi prioritas utama yang setiap saat d iturn buhkem bang kan serta secara terus‑menerus dipantau dan dievaluasi. Dalam gerak keseharian prinsip‑prinsip efisien, resources sharing, produktivitas, dan pendekatan prestasi terus dilakukan. Bertalian dengan ini, setahap demi setahap perubahan kelembagaan terus disosialisasikan untuk dapat menginternalisasi dalam kehidupan civitas akademika Unib. Sejalan dengan perubahan internal yang terus‑menerus dikembangkan, langkah‑langkah konkret juga terus kami lakukan untuk menyikapi berbagai perubahan eksternal dan tuntutan masyarakat luas. Untuk itu, UNIB harus terus mengupayakan terpenuhinya kriteria atau ciri utama budaya organisasi Perguruan Tinggi yang baik yaitu kesehatan organisasi yang prima dengan suasana akademik yang kondusif. Suasana akademik yang kondusif ditandai dengan tingginya derajat motivasi, kepuasan kerja, dan prestasi sivitas academika, terutama dosen, dalam mengupayakan tercapainya tujuan‑tujuan jangka panjang, menengah, dan pendek UNIB. Peningkatan kualitas dosen terus diupayakan agar dapat mengimbangi dan mengisi pengembangan suasana akademik yang kondusif tersebut
BAGIAN 2
GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE:
LANDASAN PENGEMBANGAN UNIVERSITAS BENGKULU
Akhir‑akhir ini isu intemasionalisasi pendidikan terus bergema. Berbagai ketentuan pemerintah dan berbagai kesempatan yang terbuka telah menclorong UNIB untuk setahap demi setahap menuju kepada intemasionalisasi pendidikan. Banyak strategi untuk menuju ke arah itu. Salah satu strategi yang dilakukan adalah pengembangan Good University Governance. Konsep Good University Governance diilhami oleh dua konsep pendahulunya, yaitu Good Governance di dalam kehidupan kenegaraan dan Good Corporate Governance di dalam pengelolaan perusahaan swasta maupun BUMN.
Isu Good Governance berkembang di Indonesia di tengah‑tengah menguatnya isu reformasi. Pembahasan governance ticlak akan tedepas dari paradigma government, karena perkembangan paradigma governance merupakan transformasi government secara bertahap. Dalam cara pandang lama, pemerintah (government) sangat identik dengan kekuasaan, penguasaan, kewenangan, dominasi, pemaksaan, pemusatan, dan lain sebagainya. Namun demikian pada dekade 1990‑an, sejurnlah pandangan baru terhadap pemerintah bermunculan, meskipun secara empirik pernerintah belum berubah.
Di sisi lain, sulit dipungkiri bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini, istilah Good Corporate Governance (GCG) kian populer. GCG adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholders khususnya, dan stakeholders pada umumnya. Melalui prinsip‑prinsip faimess, transparency, accountability, dan stakeholder concern, penerapan GCG diyakini akan menolong perusahaan menuju ke arah yang lebih sehat, mampu bersaing, dikelola secara dinamis serta profesional. Ujungnya adalah daya saing yang tangguh, yang diikuti pulihnya kepercayaan publik pada produk‑produknya.
Mengadopsi perkembangan‑perkembangan tersebut, perguruan tinggi mengembangkan Good University Governance atau selanjutnya disingkat dengan GUG. Konsep GUG menempatkan tiga unsur pendidikan tinggi yaitu penyelenggara, mahasiswa, dan stakeholders (atau user) menjadi fokus perhatian utarna. Penyelenggara meliputi pimpinan beserta seluruh jajaran administrasinya, mahasiswa mewakili pihak yang secara langsung mendapatkan layanan perguruan tinggi, dan stakeholder berkaitan dengan kerjasama dan layanan publik universitas dengan berbagai unsur masyarakat termasuk lembaga pernerintahan dan swasta. GUG lebih menekankan pada interaksi antara manajemen universitas, mahasiswa, dan masyarakat. Berpikir mengenai GUG adalah berpikir mengenai bagaimana sernua pihak mencapai tujuan‑tujuan bersama pendidikan tinggi.
Model governance bisa buruk bisa juga baik. Model yang baik kemudian disebut dengan istilah good govemance. Good governance dimaknai secara terbuka dan beragam oleh banyak individu maupun lembaga. Bank Dunia memberi batasan good govemance sebagai pelayanan publik yang efisien, sistern peradilan yang dapat diandalkan, serta pernerintahan yang bertanggungjawab pada publiknya. Komunitas Eropa merumuskannya sebagai pengelolaan kebijakan sosial ekonomi yang masuk akal, pengambilan keputusan yang demokratis, transparansi pernerintahan dan pertanggungjawaban financial yang memadai, penciptaan lingkungan yang bersahabat dengan pasar bagi pembangunan, langkah‑langkah untuk memerangi korupsi, penghargaan terhadap aturan hukum, penghargaan terhadap HAM, kebebasan pers dan ekspresi.
Secara tegas UNDID mengidentifikasi 6 karakteristik good governance: 1) partisipatif, 2) transparansi, 3) efektif dan berkeadilan, 4) mempromosikan supremasi hukum, 5) memastikan bahwa prioritas sosial, ekonomi dan politik didasarkan pada konsensus dalam masyarakat, dan 6) memastikan bahwa suara penduduk miskin dan rentan didengarkan dalam pengambilan keputusan.
Pada hakikatnya, penyelenggaraan pemerintahan ditujukan kepada terciptanya fungsi pelayanan publik (publik service). Pemerintahan yang baik cenderung menciptakan terselenggaranya fungsi pelayanan publik dengan baik pula. Sebaliknya, pemerintahan yang buruk mengakibatkan fungsi pelayanan publik tidak akan dapat terselenggara dengan baik. Prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, tidak hanya terbatas pada penggunaan peraturan perundang‑undangan yang berlaku, melainkan dikembangkan dengan menerapkan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik yang tidak hanya melibatkan pernerintah atau negara (state) semata, tetapi harus melibatkan sistern birokrasi maupun ekstern birokrasi.
Good Corparate Governance (GCG), di sisi lain, juga menerapkan prinsipprinsip transparency (keterbukaan informasi), accountability (akuntabilitas), responsibility (pertanggungjawaban), independency (kemandirian), dan fairness (kesetaraan dan kewajaran). Manfaat GCG ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang dapat menjadi pilar utama pendukung tumbuh kembangnya perusahaan sekaligus pilar pemenang era persaingan global.
Jika diskusi tersebut diaplikasikan pada penerapan konsep Good University Governance atau GUG, maka governance dimaknai sebagai pelayanan administrasi yang efisien, sistern administrasi yang dapat diandalkan, serta pengelolaan universitas yang bertanggungjawab pada publiknya. GUG harus mampu menjamin pengelolaan kebijakan universitas yang cerdas, pengambilan keputusan yang demokratis, transparansi pengelolaan dan
pertanggungjawaban finansial yang memadai, serta penciptaan hubungan kerjasama yang professional dan bersahabat.
Pada hakekatnya, administrasi penyelenggaraan universitas dituiukan kepada terciptanya fungsi pelayanan yang baik. Pengelolaan yang baik cenderung menciptakan terse lenggara nya fungsi pelayanan dengan baik pula. Sebaliknya, pengelolaan yang buruk mengakibatkan fungsi pelayanan tidak akan dapat terselenggara dengan baik. Prinsip tata kelola yang baik, tidak hanya terbatas pada penggunaan peraturan dan ketentuan yang berlaku, melainkan dikembangkan dengan menerapkan prinsip penyelenggaraan universitas yang baik yang tidak hanya melibatkan pimpinan semata, tetapi harus melibatkan sistem administrasi maupun ekstern administrasi universitas. Dalam pemahaman ini, GUG bukan semata‑mata mencakup relasi dalam pengelolaan universitas, melainkan mencakup relasi sinergis dan sejajar antara universitas, mahasiswa, dan masyarakat. Gagasan kesejajaran ini mengandung arti akan pentingnya redefinisi peran dan hubungan ketiga unsur ini dalam mengelola sumberdaya yang tersedia. Dari aplikasi ini akan muncul hubungan yang sinergis antara ketiga unsur sehingga terwujud pengelolaan universitas yang bersih‑responsif‑betanggungjawab, semaraknya kehidupan akademik serta kehidupan masyarakat yang baik.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh UNIB dalam kerangka GUG ini? Tidak dapat dihindari, UNIB harus dapat beradaptasi dan memanfaatkan momentum good governance tersebut. Universitas Bengkulu harus terus melakukan beberapa pembenahan terutama di bidang manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), manajemen keuangan, manajemen aset, perubahan strategi pembiayaan, sistem informasi manajemen, dan brand image untuk mempersiapkan UNIB secara riil berperan dalam conveying better future.
Berbagai prestasi yang dicapai oleh UNIS dalam bidang pendidlikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat jelas merupakan rangkaian kebanggaan yang harus kita syukuri bersama.
Tidak berhenti sampai di situ saja, UNIB harus terus menerus mengupayakan terpenuhinya kriteria atau ciri utama budaya organisasi Perguruan Tinggi yang baik beriandaskan kesehatan organisasi yang prima dengan suasana akademik yang kondusif.
Untuk memfasilitasi itu semua, semangat mengembangkan GUG harus terus dibangun. Pengelolaan universitas harus selalu berorientasi pelayanan publik. Pengelolaan universitas harus dikembangkan berdasar prinsip‑prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, dan kesetaraan. GUG harus menjadi komitmen seluruh sivitas akademika dan karyawan, sebagai suatu pola hubungan, sistem, dan proses yang digunakan pada setiap jenjang administrasi universitas guna memberikan nilai tambah kepada UNIB sendiri secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders, berlandaskan peraturan perundangan dan norma yang berlaku.
Pemikiran‑pemikiran tersebut sangat sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) UNIB 2006 ‑ 2016 untuk mewujudkan visi menjadi salah satu perguruan tinggi terdepan, conveying better future. Rencana pengembangan tersebut juga telah sesuai dengan kebijakan dasar Depdiknas melalui strategi jangka panjang yaitu menciptakan kelembagaan yang sehat, efisiensi kelembagaan, dan akuntabilitas baik kepada masyarakat maupun kepada pernerintah. Dalam Renstra tersebut diuraikan strategi jangka panjang UNIB yang mencakup tiga usaha besar yaitu (1) peningkatan daya kompetisi, (2) pemberdayaan otonomi kelembagaan, dan (3) penciptaan organisiasi kelembagaan yang sehat.
Untuk meningkatkan daya kompetisi, UNIB harus terus melakukan usaha-usaha antara lain:
a) berupaya terus mencapai keunggulan‑keunggulan pada berbagai kegiatan;
b) melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasar kerja;
c) memberdayakan unit‑unit untuk meningkatkan mutu tridharma; serta menumbuhkan kreatifitas karya ilmiah mahasiswa.
Untuk mewujudkan otonomi kelembagaan, UNIB terus melakukan berbagai upaya antara lain:
menata unit‑unit kelembagaan; melakukan reformasi finansial dan sistem pengadaan; pengembangan manajemen kepegawaian; pemberdayaan kepemimpinan dan pemenuhan kebutuhan staf; pemberian competitive funding melalui sistem kompetisi; serta melakukan restrukturisasi pembiayaan operasional.
Sementera itu, untuk peningkatan kesehatan organisasi, UNIB terus melakukan berbagai usaha melalui:
pembangunan kapasitas organisasi yang sesuai dengan spirit otonomi; peningkatan organisasi sejawat (peer organization) untuk menjamin mutu lembaga;
peningkatan kredibilitas lembaga;
membangun good governance; serta melakukan berbagai kedasama.
Rencana pengembangan UNIB ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi penentuan penekanan pelaksanaan kebijakan pengembangan UNIB jangka menengah dalam memastikan tercapainya visi, misi dan tujuan UNIB. Sejalan dengan kecenderungan internasionalisasi pendidikan, pengembangan UNIB jangka panjang akan lebih mememberikan tekanan pada:
(1) peningkatan kapasitas dan modernisasi, (2) penguatan pelayanan, (3) daya saing regional, dan (4) daya saing internasional.
Setiap tema strategis pengembangan UNIB jangka panjang di atas diturunkan dalam program kerja universitas sesuai kebijakan pengembangan UNIB jangka menengah yang menekankan pada 3 tantangan utama yaitu (1) pemerataan dan peduasan akses, (2) peningkatan mutu, relevansi
BAGIAN 3
PROGRAM PENGEMBANGAN UNIVERSITAS BENGKULU
Dua tantanagn pokok yang dihadapi perguruan tinggi yaitu: pertama, meningkatkan daya tampung; kedua, mengembangkan program akademik yang sesuai dengan berbagai kebutuhan yang luas di masa depan. Dengan perkataan lain, perguruan tinggi dituntut agar memenuhi amanat konstitusi mengembangkan did untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, conveying better future, seraya terus meningkatkan kualitas tenaga akademik untuk melayani kebutuhan di berbagai bidang kehidupan masyarakat lokal, nasional, dan internasional di masa depan. Menyikapi tantangan tersebut, UNIB harus mengembangkan diri sebagai Center of Excellence, Entrepreneur University, dan Community Based University. Dengan komitmen pokok demikian UNIB harus memusatkan did pada bidang akademik, pengembangan ilmu, teknologi, dan seni, meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
3.1. Roadmap Pengembangan 2006 ‑ 2016
Dalam Rencana Strategis UNIB 2006‑2016 disebutkan bahwa paling kurang pada tahun 2025 kualitas pendidikan tinggi UNIB sudah dapat dikategorikan sebagai World University. Target pengembangan ini tentunya tidak didasarkan pada perhitungan dan pertimbangan yang mengada‑ada. Logika-logika kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman tentunya sudah dianalisis. Berbagai perkembangan, capaian, prestasi, dan juga permasalahan‑permasalahan telah dikaji secara hati‑hati. Dari analisis dan hitungan‑hitungan yang dilakukan dapat disimpulkan dengan keteguhan dan semangat yang kuat, bahwa UNIB akan mampu menjadi salah satu perguruan tinggi terdepan dalam kegiatan‑kegiatan akademik dan riset. Hal ini mengandung penjelasan bahwa UNIB ingin menjadi salah satu universitas terbaik di tingkat nasional dan eksis sebagai salah satu World Class Universities. Untuk itu, melalui prinsip‑prinsip center of excellence, community based university, dan conveying better future, UNIB menyusun langkahlangkah pengembangan profesionalisme pendidikan finggi menuju accredited university dan world university.
7
3.2. Program pengembangan 2009‑2013
Untuk menuju accredited university dan word university, rencana strategis sampai dengan 2025 harus di breakdown dalam periode 4 (empat) tahunan: 2009‑2013, 20013‑2017, 2017‑2020, dan 2020‑2023. Dalam 4 (empat) periode kepemimpinan meraih kelas world university, UNIB secara cerdas dan bertahap harus secara terus menerus melakukan penyempurnaanpenyempurnaan dan peningkatan kualitas untuk memenuhi kriteria‑kriteria baku‑
(1) Eligibilitas dan integritas,
(2) Tata Pamong yang efektif,
(3) Sumber daya manusia yang berkualitas,
(4) Prasarana dan sarana yang kondusif,
(5) Sistem administrasi keuangan yang transparant dan accountable,
(6) Sistem Informasi Manajemen yang mudah, cepat, lengkap, dan akurat,
(7) Kegiatan‑kegiatan kemahasiswaan yang signifikan,
(8) Sistem Pembelajaran yang cerdas,
(10) Penelitian, publikasi, dan pengabdian pada masyarakat,
(11) Sistem Jaminan Mutu yang konsisten,
(12) Suasana Akademik yang kondusif,
(13) Sistern Pengelolaan yang efektif,
(14) Lulusan yang kompetitif‑, dan
(15) Mutu Program Studi yang kompetitif.
Hasil dari langkah‑langkah ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk selanjutnya mengembangkan UNIB sebagai worid university. Keinginan ini nampak terlalu muluk namun targetan ini telah dijadikan orientasi pengembangan ke depan. Optimisme tetap harus dibangun dengan kesadaran penuh untuk membangun eksistensi yang adaptif dengan perkembangan akademik, ilmu, dan teknologi. Untuk dapat sampai pada worid class university, UNIB secara cerdas dan bertahap telah dan akan terus mendorong seluruh civitas academica untuk dapat meraih prestasi terbaik untuk melakukan kegiatan‑kegiatan akademik dan riset. Kegiatan‑kegiatan ini diorientasikan untulk mencapai standar berikut:
(1) Jumlah alumni yang meraih predikat dan penghargaan internasional dalarn bidang science, engineering, life, medicine, dan social sciences.
(2) Jumlah staf pengajar yang meraih predikat dan penghargaan internasional dalarn bidang science, engineering, life, medicine, dan social sciences.
(3) Jumlah karya ilmiah staf pengajar yang menjadi referensi utama berbagai karya ilmiah yang lain dan terdaftar pada lembaga internasional representative
(4) Jumlah publikasi artikel ilmiah yang tercatat dalarn Citation Index
(5) Persentase artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam 20% international top journal
(6) Total engineering‑related research expenditure
Kinerja yang telah dicapai berikut segala keterbatasannya selama 4 tahun masa bakti tentu akan menjadi point of departure yang sangat efektif untuk kepemimpinan UNIB mendatang. Sehubungan dengan usaha‑usaha pencapaian brand image UNIB berlandaskan konsep Good University Governance, dan Roadmap pengembangan 2009‑2025, arah pengembangan UNIB pada masa 4 (tahun) tahun mendatang harus lebih difokuskan pada 5 (lima) target peningkatan kualitas: competitiveness, ICT culture, financial driven reform, accountability development, dan management information system.
Target 1: competitive university
Peningkatan competitiveness merupakan upaya meningkatkan kemampuan dan keunggulan kompetitif dengan universitas lain. Di bidang pembelajaran, kualitas proses belajar mengajar akan terus ditingkatkan sehingga mampu mencetak lulusan yang kompetitif. Di bidang penelitian, segala daya upaya akan dilakukan untuk peningkatan kualitas penelitian sehingga produknya bisa mencapai standar dunia. Fokus riset unggulan universitas SDA hutan hujan tropis dan kajian pesisir akan terus dikembangkan sampai UNIB memiliki prestasi dan prestige di bidang‑bidang tersebut. Kualitas kegiatan aplikasi hasil riset melalui kegiatan‑kegiatan pengabdian pada masyarakat akan terus ditingkatkan, disempumakan, dan diperluas cakupannya. Hal ini semua dapat dicapai melalui penciptaan kultur akademik yang beretika dan dinamis dalam sebuah organisasi yang sehat.
Target 2: smart university, with IC T culture
Pemanfaatan ICT harus menjadi kebutuhan dasar seluruh sivitas akademika dalam melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi informasi yang efektif, sivitas akademika dapat terlibat dalam komunikasi ilmiah antar berbagai pihak di seluruh dunia. Melalui ICT pula eksistensi UNIB bisa semakin mendunia. Oleh karena itu, pembangunan dan pengembangan ICT culture di UNIB merupakan hal yang mendasar harus terus dilakukan.
Target 3: professional university by finance driven reform
Reformasi di bidang keuangan ini dilakukan untuk mempertinggi kapasitas dan kemampuan lembaga memperluas sumber‑sumber pembiayaan, baik melalui kiat‑kiat cerdas income generating, menarik dana‑dana hibah, maupun pengembangan kegiatan‑kegiatan yang profit oriented. Jaringan dan skema‑skema kerjasama dengan berbagai pihak, negeri maupun swasta, lokal, nasional maupun internasional akan terus dikembangkan
Target 4. accountable university
Pelaksanaan tiga target tersebut harus dapat dipertanggung‑jawabkan kepada pemerintah, publik, stakeholders, dan shareholders, untuk menyempurnakan brand image UNIB sebagai salah satu universitas terdepan. Oleh karena itu target yang keempat menjadi sangat penting, yaitu accountability driven reform. Fokus ini menghendaki transparansi proses dan hasil dari pelaksanaan program‑program yang telah ditetapkan berupa laporan keberhasilan dan kegagalan dikaitkan dengan performance indicators yang telah ditentukan dan sumberdaya yang dipergunakan.
Target 5: good service university by management information system development
Target kelima addiah pengembangan Sistim Informasi Manajemen (SIM) yang kondusif pada 4 (empat) target pengembangan universitas lainnya. Melalui SIM yang baik, berbagai persoalan akan mudah diidentifikasi, dipetakan, dan ditemukan solusinya. Perangkat keras dan Iunak akan terus dikembangkan dan dilengkapi sampai UNIB memiliki Sistem Informasi Kelas Dunia.
Agar upaya‑upaya peningkatan kualitas melalui 5 (lima) target tersebut dapat sesuai dengan arah pengembangan yang diharapkan, prograrm‑program yang dipilih untuk periode kepemimpinan 2009‑2013 ang harus dioptimalkan penanganannya, yaitu:
Target 1: competitive university
(1) Program peningkatan kualitas pendidikan, (2) Program pengembangan tata pamong yang efektif, (3) Program pengeinbangan sumber daya manusia yang berkualitas, (4) Program pelengkapan prasarana dan sarana yang kondusif, (5) Program pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatankegiatan kemahasiswaan yang signifikan, (6) Program peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian, publikasi, dan pengabdian pada masyarakat, (7) Program pengembangan sistem jaminan mutu yang konsisten, (8) Program pengembangan suasana akademik yang kondusif, (9) Program pengembangan sistem pengelolaan kegiatan‑kegiatan tri dharma yang efektif.
Target 2: smart university with ICT culture
(10) Program pelengkapan prasarana dan sarana ICT yang kondusif, (11) Program capacity building pemanfaatan ICT seluruh sivitas akademika untuk kegiatan‑kegiatan tri dharma, (12) Program pengembangan e‑learning dan website.
Target 3: professional university by finance driven reform
(13) Program pengembangan sistem pengelolaan keuangan yang cerdas.
Target 4: accountable university
(14) Program pengembangan sistem administrasi keuangan yang transparent dan accountable.
Target 5‑ good service university by management information system development
(15) Program pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang mudah, cepat, lengkap, dan akurat;
Secara lebih terperinci, program‑program pilihan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
(1) Program peningkatan kualitas pendidikan
Program ini meliputi usaha‑usaha pemberdayaan jurusan sebagai ujung tombak competitive value, pengembangan dan peningkatan kualitas laboratorium, pengembangan inovasi pembelajaran, pengembangan sistem pembelajaran yang cerdas, peningkatan kualitas proses belajar mengajar, benchmarking, kerjasama pendidikan internasional, penyempurnaan kurikulum, pengembangan dan peningkatan kualitas perpustakaan, pengembangan progra m pasca sarjana, dan pengembangan penjaminan mutu dan sistem akreditasi internal.
(2) Program pengembangan tata pamong yang efektif
Kegiatan‑kegiatan dalam program ini meliputi team building untuk mengembangkan budaya kerja teamwork, pengembangan Standar Pelayanan Minimal (SPM) setiap unit, pengembangan Standard Operational Prosedure (SOP) seluruh unit, peningkatan kualitas pamong melalui program on the job training secara periodik dan terus menerus, serta pengembangan budaya transparansi, partisipasi, dan public service oriented.
(3) Program pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas
Pengembangan SDM ini dilakukan dengan prinsip‑prinsip team building melalui usaha terus menerus peningkatan pernahaman sivitas akademika pada: need for achievement, paradigma‑paradigma baru pendidikan tinggi (quality~ autonomy, accountability, accreditation, continuous self evaluation), pernahaman dan penerapan Total Quality Management, Quality Assurance (penjaminan mutu) di segala bidang, dan teknologi informasi. Secara khusus, pengembangan SDM tenaga akdemik dilakukan dengan peningkatan terus menerus kemampuan mengajar, kemampuan meneliti penelitian berkualitas, dan kemampuan penerapkan lpteks untuk memecahkan masalah‑masalah sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program ini meliputi usaha‑usaha peningkatan kualitas tenaga akademik dan tenaga administrasi. Kualitas tenaga akademik yang unggul dan mandiri dicapai melalui peningkatan pendidikan S2 dan S3, English Training, non degree training, staff exchange, skema insentif khusus untuk pemakalah seminar/konferensi internasional, elearning training, internet access, Pengembangan tenaga administrasi meliputi peningkatan ketrampilan melalui non degree training, on the job training, English Training.
(4) Program pelengkapan prasarana dan sarana yang kondusif
Program ini berorientasi pada supporting system usaha‑usaha peningkatan kualitas di berbagai bidang.
(5) Program pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatankegiatan kemahasiswaan yang signifikan
Pengembangan kompetensi mahasiswa dilakukan dengan kegiatan‑kegiatan akademik dan non akademik yang bermutu dan memiliki kontribusi signifikan pada pembentukan life skill, social skill, dan kompetensi mahasiswa. Kegiatan‑kegiatan pendukungnya antara lain English Training, Enterpreneurship, Computer Training, Internet Access, e‑learning, dan student exchange, Co‑op program.
(6) Program peningkatan’kuantitas dan kualitas penelitian, publikasi, dan pengabdian pada masyarakat
Program peningkatan kualitas penelitian dan publikasi meliputi pengembangan skema riset unggulan universitas, skema anggaran penelitian untuk dosen muda, pengembangan joint research, melanjutkan skema insentif penulisan buku dan artikel ilmiah jurnal, mengembangkan skema award untuk penulisan buku hasil penelitian unggul terpilih yang berpotensi Haki dan ditulis dalam bahasa Inggris, pengembangan jurnal‑jurnal fakultas menuju jurnal terakreditasi, pengembangan e‑joumal universitas berbahasa Indonesia dan Inggris, pelatihan penulisan artikel ilmiah jurnal nasional dan intemasional, skema insentif khusus pemakalah seminar/konferensi nasional dan internasional. Program peningkatan kualitas pengabdian pada masyarakat meliputi pengembangan skema pengabdian sebagai aplikasi hasil penelitian unggulan universitas, skema anggaran kegiatan pengabdian untuk dosen muda, pengembangan joint activity, mengembangkan skema award untuk penulisan buku penerapan teknologi tepat guna hasil penelitian unggul terpilih yang berpotensi Haki.
(7) Program pengembangan sistem jaminan mutu yang konsisten
Kegiatan‑kegiatan yang akan dilakukan dalam lingkup program ini terutama diarahkan untuk mewujudkan harapan mutu universitas, brand image UNIB di bidang‑bidang tri dharma perguruan tinggi. Program ini juga akan mengembangkan kualitas standar pelayanan publik untuk mencapai standar profesional.
(8) Program pengembangan suasana akademik yang kondusif
Kegiatan‑kegiatan ilmiah akan diintensifkan agar tercipta academic culture di dalarn wilayah kampus. Kegiatan‑kegiatan tersebut meliputi kegiatan diskusi rutin berbagai bidang ilmu, S2 and S3 fresh graduate presentation, peer evaluation, bedah buku unggulan, seminar ilmiah di berbagai level, stadium generale, partisipasi dalam video conference.
(9) Program pengembangan sistem pengelolaan kegiatan‑kegiatan tri dharma yang efektif
Program ini meliputi penyempurnaan melalui adopsi inovasi pengelolaan kegiatan‑kegiatan tri dharma yang menjamin kualitas proses dan produk.
(10) Program pelengkapan prasarana dan sarana ICT yang kondusif
Kegiatan‑kegiatan dalam program ini ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sivitas akademika sudah dapat akses ICT dengan mudah, cepat, dan nyaman. Hotspot coverage akan diperluas, ICT updating,
(11) Program capacity building pemanfaatan ICT seluruh sivitas akademika untuk kegiatan‑kegiatan tri dharma
Program ini meliputi kegiatan‑kegiatan kerjasama dengan pihak ketiga untuk skema komputer pendidikan dengan penyediaan laptop yang murah untuk sivitas akademika dan karyawan, pengembangan unit layanan asistensi komputer, pelatihan dan asistensi penggunaan aplikasi komputer, pelatihan dan asistensi membuat presentasi yang profesional, perluasan akses ICT yang mudah dan cepat, dan pengembangan ICT center.
(12) Program pengembangan e‑learning dan website
Kegiatan‑kegiatan yang dilakukan dalam program ini antara lain pelatihan dan asistensi pembuatan dan implementasi e‑learning, pemanfaatan e‑leaming pada proses belajar mengajar, dan benchmarking. Kegiatan lain yang bernilai strategis untuk membangun eksistensi UNIB secara global adalah dengan membangun secara sungguh‑sungguh website universitas. Pengelolaan website akan diserahkan pada tim profesional atau pihak ketiga.
(13) Program pengembangan sistem pengelolaan keuangan yang cerdas
Langkah ini dapat dilakukan dengan penciptaan kegiatan‑kegiatan income generating, pengembangan networking, pengendalian internal, dan penerapan prinsip‑prinsip resource sharing secara sungguh‑sungguh. Secara signifikan juga akan terus ditingkatkan dukungan universitas untuk cost sharing memperebutkan hiba ‘ h pengembangan baik di lingkungan Dikti mapun di berbagai departemen. Program‑program khusus akan dikembangkan untuk kerjasama internasional dan menarik dana‑dana luar negeri.
(14) Program pengembangan sistem administrasi keuangan yang transparent dan accountable.
Program pengembangan ini mencakup pernbangunan sistem keuangan yang efisien, efektif, dan transparan. Prinsip‑prinsip transparentcy dan fair distribution akan menjadi landasan dalarn membangun akuntabilitas
administrasi keuangan. Sistem yang mudah dan cepat diakses, mudah dan cepat melakukan transaksi, serta mudah dan cepat melakukan pertanggungjawaban keuangan akan menjadi prioritas pengembangan ini.
(15) Program pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang mudah,cepat, lengkap, dan akurat
Pengembangan SIM dilakukan dengan pembangunan dan pengembangan sistern data base yang baik dan berkualitas sehingga sernua pihak yang berkompeten dan berkepentingan dapat mengakses informasi secara mudah, cepat, lengkap, dan akurat. Prioritas akan dilakukan untuk melanjutkan dan menyernpurnakan rencana pengembangan SIM sebelumnya di bidang‑bidang akademik dan perpustakaan, kepegawaian, keuangan, asset, dan kemahasiswaan. Seluruh sub system ini selanjutnya akan dipadukan dalam sebuah integrated university management information system. Pembangunan jaringan LAN dan hotspot akan terus dilakukan sampai dapat secara mudah dan cepat diakses di seluruh unit dan di setiap sudut kampus.
BAGIAN 4
PENUTUP
Menjadi universitas dunia bukanlah hal yang tidak mungkin. Menilik sifat ilmu adalah universal, tidak bersekat kewilayahan dan batas‑batas negara, maka institusi pendidikanpun harus memiliki status dan harga diri yang mendunia. Pengalaman kita, UNIB memberikan keyakinan yang kuat bahwa keahlian kita bukan berada di bawah para ahli internasional. Yang harus kita terus turnbuh kernbangkan adalah peningkatan kepercayaan diri untuk melangkah ke pergaulan ilmiah dunia. Kita yakin dan percaya bahwa dengan kesepakatan dan kornitmen teguh sivitas akademika dan karyawan, bersatu bergandeng tangan dalarn sebuah teamwork yang kokoh dan sinergis, kita akan dapat membangun brand image sebagai world university, conveying better future.
[...] Read the original post: URIP SANTOSO » Mengantar Universitas Bengkulu Menjadi Universitas yang [...]
THANKS ATAS INFORMASINYA. IT’S REALLY-REALLY HELP US, BECAUSE WE HAVE MANY TASK FROM OUR LECTURER AND WE HAVE GOT THE ANSWER FROM YOUR NOTES. BIG THANKS
ehh… attractive
Thanks you Jearliark.