UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H/2025 M di Masjid Baitul Hikmah pada Senin malam (17/3/2025). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-43 UNIB yang puncaknya akan dilaksanakan pada 24 April 2025.

Ketua Panitia Prof. Irfan Gustian ketika menjelaskan tentang acara

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unib Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E, M.Sc, para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, dosen, mahasiswa dari UKM Kerohanian, serta Takmir Masjid Baitul Hikmah. Acara diawali dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. Irfan Gustian, S.Si, M.Si, serta ceramah agama oleh Ustadz Prof. Dr. Johanes Sapri, M.Pd, yang sekaligus menutup acara dengan doa bersama.

Dalam sambutannya, Prof. Irfan Gustian mengapresiasi kerja keras panitia dan Takmir Masjid Baitul Hikmah dalam menyelenggarakan acara ini. “Selain mempererat silaturahmi, peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Prof. Johanes Sapri mengajak jamaah untuk menjadikan peristiwa Nuzulul Qur’an sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT. “Turunnya Al-Qur’an merupakan titik balik peradaban yang membawa petunjuk, ilmu, dan hukum bagi manusia. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang batil,” jelasnya.

Prof. Johanes juga menjelaskan dua fase utama turunnya Al-Qur’an. Pertama, secara sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia, seperti yang disebut dalam QS. Al-Qadr: 1. Kedua, secara bertahap melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.

Rektor dan para Wakil Rektor foto bersama dengan mahasiswa dan Dharma Wanita Unib.(foto:hms1)

“Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur agar umat Islam lebih mudah memahami, menghafal, dan mengamalkannya. Setiap ayat yang turun memiliki hikmah yang dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tambahnya.

Di akhir tausiyahnya, Prof. Johanes mengajak sivitas akademika UNIB untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. “Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat Allah SWT,” pungkasnya. [Purna Herawan | Humas UNIB].

Foto bersama Rektor dan para Wakil Rektor, serta para Takmir Masjid Baitul Hikmah Unib.(foto:hms1)